Pages

Selasa, 07 Agustus 2012

Nilai Uji Kompetensi Guru Jauh dari Standar

TEMPO.COYogyakarta- Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mohammad Nuh mengatakan hasil nilai Uji Kompetensi Guru jauh dari standar. Dari penilaian pada tiga hari pelaksaan UKG, nilai rata-rata bertengger pada angka 44,5. Nilai itu masih di bawah standar yang ditentukan sebesar 70. »Tidak usah malu,” katanya, mengomentari angka rata-rata yang masih rendah itu. Ia mengatakan ini usai menghadiri acara buka puasa bersama di Sekolah Menengah Pertama dan Sekolah Menengah Atas Ma’arif Kota Yogyakarta, Ahad 5 Agustus 2012.
Dengan nilai itu, kata dia, guru tak perlu merasa terhinakan. »Kalau guru gara-gara UKG ada internetngadat terus menjadi beban, iki guru cap opo,” katanya. »Baru mendapat tantangan gitu aja sudah klepek-klepek. ”Seorang guru, kata dia, harus punya semangat yang lebih keras lagi.
Ia mengatakan hasil UKG harus dilihat secara fair. Tak hanya untuk memetakan kompetensi guru, hasil itu akan digunakan untuk memetakan kualitas Lembaga Pendidik Tenaga Kependidikan, baik yang negeri atau swasta. Sehingga bisa menjadi dasar koreksi bagi lulusan yang dihasilkan. »LPTK ini kan produsen guru, ini lo lulusansampeyan,” katanya.
Pada dasarnya, ia melanjutkan, perbaikan tak boleh berhenti. Untuk guru, setelah dipetakan kompetensi, mereka akan kembali menjalani proses pelatihan hingga pengukuran kinerja. Sedangkan kompetensinya diukur, kinerjanya pun juga harus diukur. Pengukuran kedua hal itu setidaknya akan menjawab, dengan meningkatnya kesejahteraan guru bersertifikat apakah kinerjanya juga meningkat. »Ini pekerjaan besar,” katanya.
Menurut dia, penyebab kegagalan UKG di sejumlah daerah sederhana. Masalah itu berasal dari kesalahan administrasi. Misalnya saja, ia memberi contoh, data base pusat mencatat seorang peserta dengan nama Mohammad Nuh. Namun saat ujian, peserta justru menulis namanya hanya M. Nuh.
Untuk guru yang gagal dalam UKG, kata dia, tetap memiliki kesempatan ulang. Mereka akan kembali mengikuti ujian kompetensi gelombang dua pada Oktober mendatang. »Sudah ada pemetaan,” katanya.
Ia mengatakan sekitar 460 ribu guru telah mengikuti ujian kompentensi yang digelar secara online di seluruh tanah air. Ujian akan terus berlangsung hingga tanggal 12 Agustus 2012 ini. Dalam kurun waktu sepekan ini, ia optimistis, jumlah itu akan bertambah hingga angka 700 ribu guru.
Pemerintah menggelar UKG untuk memetakan kemampuan guru bersertifikat. Yakni kemampuan keilmuan dan metode pengajaran tiap guru. Menteri Nuh mengibaratkan, keilmuan itu sebagai sumur. Sedangkan metodologi adalah pompa air. Pompa terbaik pun menjadi tak banyak memberikan manfaat jika air sumurnya tak ada. Demikian juga sebaliknya, banyaknya air sumur juga harus didukung dengan pompa yang andal. »Dan kini, kami sedang mengetes berapa banyak air sumur itu dan pompa yang dimiliki,” katanya.

0 komentar :

Posting Komentar